Selasa, 27 Maret 2018

short story #1


1st Januari 2017
         Tanpa saya sadar, saya selalu berada dibelakang kamu. Ketika saya takut, saya akan berbisik kepada kamu dan bertanya, “Apa yang harus saya lakukan?”dan itu yag selalu saya lakukan. Saya ingat ketika kegelapan itu membuat saya takut, kamu hanya berkata “Amati saja, dan diam,” tanpa bergeming. Kamu tahu saya takut, dan saya pun tahu kamu sedang mengkhawatirkan kami semua.
         Saya sedih. Kapan saya bisa menjadi seperti kamu.. kapan saya bisa menjadi orang yang tidak egois dan memikirkan kepentingan orang lain seperti kamu. Terima kasih, teman, saya selalu belajar dari pengalaman itu. Saat-saat berjuang bersama, disaat orang lain tidak peduli bahkan acuh, kita tidak menyerah. Namun sudah saatnya kini kita berjuang pada jalan masing-masing. Memang tidak bisa selalu bersama, dan selalu melangkah bersama. Namun ijinkan saya mulai sekarang, menjadi diri saya sendiri. Berjuang demi masa depan, demi waktu yang akan saya hadapi. Sendiri tanpa kalian, namun saya tidak takut. Inallaha ma ana, Allah bersama kita J dimanapun, kapanpu kita berada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bye October

Friday, 31 October 2025.. Morning greets with a warm, bright light Damn I miss you.. when I hear that song again.. Don't wanna remember ...