1st Januari 2017
Tanpa saya sadar, saya selalu berada
dibelakang kamu. Ketika saya takut, saya akan berbisik kepada kamu dan
bertanya, “Apa yang harus saya lakukan?”dan itu yag selalu saya lakukan. Saya
ingat ketika kegelapan itu membuat saya takut, kamu hanya berkata “Amati saja,
dan diam,” tanpa bergeming. Kamu tahu saya takut, dan saya pun tahu kamu sedang
mengkhawatirkan kami semua.
Saya sedih. Kapan saya bisa menjadi
seperti kamu.. kapan saya bisa menjadi orang yang tidak egois dan memikirkan
kepentingan orang lain seperti kamu. Terima kasih, teman, saya selalu belajar
dari pengalaman itu. Saat-saat berjuang bersama, disaat orang lain tidak peduli
bahkan acuh, kita tidak menyerah. Namun sudah saatnya kini kita berjuang pada
jalan masing-masing. Memang tidak bisa selalu bersama, dan selalu melangkah
bersama. Namun ijinkan saya mulai sekarang, menjadi diri saya sendiri. Berjuang
demi masa depan, demi waktu yang akan saya hadapi. Sendiri tanpa kalian, namun
saya tidak takut. Inallaha ma ana, Allah bersama kita J
dimanapun, kapanpu kita berada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar